Senin, 08 Agustus 2011

PERLINDUNGAN PADA TULANGAN DAN TIANG PANCANG BAJA

Dalam proses pembuatan baja, oksigen dipisahkan dari biji besi secara paksa. Oleh karena itu, secara alami ada suatu kecenderungan baja berusaha kembali mencapai bentuk yang lebih stabil yaitu oksida besi (karat). Perubahan bentuk dari logam menjadi oksida dalam lingkungan yang induktif dinamakan korosi. Keadaan lingkungan dengan kombinasi air dan oksigen yang berubah-ubah, mempengaruhi kecepatan dan perkembangan korosi.Berdasarkan SNI-03-2847-2002, tebal selimut beton yang digunakan haruslah memenuhi ketentuan sebagai berikut untuk melindungi tulangan pada beton terhadap korosi:

Tabel Tebal Minimum Selimut Beton Bertulang Biasa

Tabel Tebal Minimum Selimut Beton Pracetak


















 Korosi baja pada air laut sangatlah rumit. Banyak faktor yang mempengaruhi, seperti temperatur, kadar garam, oksigen yang larut, pH, gya pukulan ombak dan arus, serta pencemaran biologi. Kondisi air laut juga dipengaruhi oleh faktor-faktor yang berkaitan dengan logam.

Lingkungan struktur pantai dapat dibedakan dalam lima macam berdasarkan posisinya terhadap permukaan air laut, yaitu: daerah atmosfir, darah percikan/deburan (splash zone), daerah permukaan pasang surut (tidal zone), daerah antara LWS dengan seabed (submerged zone), dan daerah lumpur (mud zone). Splash zone adalah bagian yang mengalami korosi sangat berat, sedangkan tidal zone relatif ringan untuk suatu batang struktur vertikal tanpa lapisan pelindung, seperti tiang pancang.  
 
Gambar Pembagian Daerah dan Teba Korosi Relatif
(Kure, NC)

Perlindungan korosi untuk tiang pancang daerah splash zone dapat dilakukan dengan beberapa cara, antara lain:
  1. Sistem concreat jacket/selimut beton. Sistem ini umurnya tidak terlalu lama. Kualitas sistem ini sangat ditentukan pada saat pengecoran dan jika terjadi kerusakan akan susah untuk memperbaiki.
  2.  Sistem jacket HDPE (high density petrolatum). Pada sistem ini, pertama-tama tiang dilapisi dengan pasta (misalkan denso paste) kemudian dibalut dengan marine piling tape dan bagian luar dilindungi dengan material HDPE.

Tiang pancang yang berada pada bagian submerged zone dapat dilindungi dengan secara efektif memakai arus katoda (chatodic protection) karena metal menerima arus searah dari lingkungan seperti proses pada katoda sel listrik. Korosi pada lingkungan basah biasanya disertai penghentian arus searah yang ditimbulkan oleh perbedaan potensial listrik pada sel korosi tertentu. Pemakaian arus dari sumber luar cukup mampu menghentikan arus korosi dan mengembalikan aliran arus ke metal. Aspek teknologi yang perlu dipertimbangkan adalah bagaimana memberikan arus yang rata ke setiap bagian tiang pancang pada submerged zone dalam waktu yang lama dan mudah. Bagian-bagian yang tidak cukup menerima arus mulai mengalami korosi, sedangkan bagian yang menerima arus terlalu banyak akan rusak oleh tutupan bahan organik. Pada beberapa kasus, kerusakan baja disebabkan oleh hidrogen yang terjadi pada permukaan baja.

Tabel Corrotion Rate of Resistance Seawater Steel and Carbon Steel in The Marine Environment
Zone
Corrotion Rate (mm/tahun)
Sea Water Corrotion Resistant Steel
Carbon Steel
Atmosphere
0,04-0,05
0,2-0,5
Splash
0,10-0,15
0,3-0,5
Tidal
~0,10
~0,1
Submerged
0,15-0,25
0,2-0,5
Mud
~0,06
~0,1

Tabel Laju Korosi Berdasarkan Technical Port and Harbour Facilities in Japan, 1991


Sumber:
  1. SNI-03-2847-2002 
  2. OCDI 
  3. Suharlinah, et al., Penanggulangan Korosi Tiang Pancang Pipa Baja Jembatan dengan Cara Proteksi Katodik Anoda Karbon, Batam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar